Cute Red Pencil
Jl.Manggis III No. 15 Rt.002 Rw.005 Karang Satria - Kec. Tambun Utara Bekasi Jawa Barat - Indonesia
Telp. 021-88341408 SMS/WA. 081299197348/49 Pin BB : 7f9c7418 fb :rumah bune
Pendidikan Anak Usia Dini (TKIT - KBIT - TODDLER CLASS - TPQ - Penitipan Anak/Day Care) Berbasis Islami Di Bekasi

Kamis, 21 November 2013

Manfaat Bermain Kolase



Kolase adalah permainan keterampilan melengkapi gambar menggunakan stiker warna. Anak diminta menempelkannya pada bidang yang tepat seperti yang diperintahkan atau di mana pun ia menyukainya. Tinggal melepas dan menempelnya di media gambar. Sebagian bahkan mengharuskan anak menggunting stikernya sesuai kebutuhan. Tak rugi mengenalkannya karena anak bisa menarik banyak manfaat positif dari permainan ini.


9 Manfaat Bermain Kolase 

1. Melatih Motorik Halus
Saat bermain kolase, anak harus melepas satu per satu stiker. Sebagian anak mungkin agak kesulitan melakukannya karena butuh gerakan-gerakan halus dari jari-jemari untuk melepas stiker dan menempelnya di bidang gambar. Nah, latihan melalui permainan ini secara langsung menstimulasi kemampuan motorik halusnya. Jari-jemarinya akan siap untuk diajak belajar menulis.
Kemampuan motorik halus yang baik sangat penting karena berpengaruh terhadap aktivitas anak sehari-hari. Misal, anak bisa menjumput kacang lalu menyuapnya, memegang pensil lebih baik, atau memegang benda kecil lainnya dengan baik.

2. Meningkatkan Kreativitas
Pilihlah permainan kolase yang juga memancing kreativitas. Salah satunya yang menyediakan pilihan, baik warna, bidang tempel, karakter, atau lainnya yang memenuhi selera.

3. Melatih Konsentrasi
Butuh konsentrasi cukup tinggi bagi anak saat melepas dan menempel stiker. Lambat-laun kemampuan konsentrasinya akan semakin terasah.
Pada saat berkonsentrasi melepas dan menempel dibutuhkan pula koordinasi pergerakan tangan dan mata. Koordinasi ini sangat baik untuk merangsang pertumbuhan otak di masa yang sangat pesat.

4. Mengenal Warna
Kolase terdiri atas banyak sekali warna; merah, hijau, kuning, biru, dan lainnya. Anak dapat belajar mengenal warna agar wawasan dan kosakatanya bertambah.

5. Mengenal Bentuk
Selain warna, beragam bentuk pun ada pada kolase. Ada segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang, busur, dan gambar-gambar bukan geometris. Pengenalan bentuk geometri dasar yang baik, kelak membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya, dia akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah berbentuk segitiga, dan sebagainya. Pemahaman ini membuat kerja otak lebih aktif sehingga kecerdasan anak tumbuh lebih maksimal.

6. Melatih Memecahkan Masalah
Kolase merupakan sebuah masalah yang harus diselesaikan anak. Tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar sebenarnya sedang dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak untuk keluar dari permasalahan. Ketika sedang menalikan sepatu, umpamanya, dia akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikannya hingga tuntas.

7. Mengasah Kecerdasan Spasial
Kecerdasan spasial adalah kemampuan seseorang untuk mengenal dan memahami ruang. Nah, kemampuan spasial akan ikut terasah dalam permainan ini. Pasalnya, terdapat banyak bentuk stiker yang ukurannya berbeda-beda dan anak harus berusaha menyesuaikan stikernya dengan ruang yang ada di outline gambar. Supaya tepat, anak harus benar-benar saat mengukurnya. Lewat hal inilah kecerdasan spasialnya terasah.

8. Melatih Ketekunan
Tak mudah menyelesaikan kolase dalam waktu cepat. Butuh ketekunan dan kesabaran saat mengerjakannya mengingat setiap bentuk harus dilepas dan ditempel satu per satu. Tak heran bila permainan ini pun dapat melatih ketekunan dan kesabaran anak.

9. Meningkatkan Kepercayaan Diri.
Bila anak mampu menyelesaikannya, dia akan mendapatkan kepuasan tersendiri. Dalam dirinya tumbuh kepercayaan diri kalau dia mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kepercayaan diri sangat positif untuk menambah daya kreativitas anak karena mereka tidak takut atau malu saat mengerjakan sesuatu.
Kepercayaan diri anak biasanya akan tumbuh lebih besar bila dia ternyata berhasil menyusun kolase lebih cepat daripada teman-temannya. Namun, kepercayaan diri ini sebaiknya dijaga agar tidak berubah menjadi kesombongan.

5 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN

1. Beri Penjelasan
Banyak anak yang belum tahu cara memainkan kolase sehingga kita perlu menjelaskan dengan baik mengenai langkah-langkah yang harus anak lakukan. Dari melepas stiker, mengenali bentuk stiker, cara menempel yang baik, memilih stiker, dan seterusnya. Bila anak belum memahami dengan baik, ulangi lagi penjelasannya sampai dia benar-benar memahami. Biasanya kalau sudah paham, anak akan dengan mudah mengerjakan kolase sendiri.

2. Kenali Kemampuan Anak
Setiap anak punya kemampuan yang berbeda. Ada anak yang kemampuan motoriknya bagus sehingga dengan mudah dia bisa melepas dan menempel stiker. Sebaliknya ada pula anak yang kemampuan motoriknya belum cukup baik, sehingga dia sulit melakukannya. Nah, sesuaikan jenis kolase dengan tingkat kemampuannya sebelum memilih bentuk yang lebih rumit.

3. Ajarkan Menggunting
Ada kolase yang stikernya belum dipotong dan mengharuskan anak menggunting dahulu sebelum menempel. Nah, beri contoh cara memegang gunting yang aman dan cara menggunting yang benar. Mulailah dengan mengunting bentuk yang paling sederhana seperti segi empat atau segitiga. Berikan contoh sampai anak benar-benar memahaminya.
Pahami pula kemampuan setiap anak dalam menggunting. Biasanya usia 3-4 tahun dapat dilatih memegang gunting dan dapat menggunting dengan cara yang benar namun belum bisa mengikuti panduan. Lalu di usia 4-5 tahun anak mampu menggunting dengan mengikuti garis lurus atau melengkung. Selanjutnya di usia 5-6 tahun anak bisa menggunting bentuk lingkaran, segi- tiga, atau segiempat. Dengan memahami perkembangan kemampuan ini, akan lebih mudah bagi kita mengarahkannya.

4. Gunakan Seluruh Jari
Minta anak menggunakan kelima jarinya saat mengelupas stiker maupun menempelkannya supaya kemampuan semua jemari anak terstimulasi. Sangat baik bila anak menggunakan kedua tangannya secara bergantian agar terjadi keseimbangan antara otak kiri dan kanan.

5. Beri Support dan Reward
Biar saja jika hasil pekerjaannya belum memuaskan. Jangan malah berkomentar negatif. Komentar negatif bukannya membangun semangat anak tetapi malah akan membuatnya merasa terpojok dan enggan berusaha lagi. Begitu pula jika anak berhasil mengerjakannya dengan baik, hargai dengan pujian dan ungkapan sayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar